Yoyoh Yusroh : Mutiara Yang Telah Tiada

Suatu ketika satu keluarga non-muslim akhirnya memutuskan pindah dari lingkungan Ummi tinggal. Dia tidak ingin berlama-lama menjadi tetangga Ummi. Bukan karena mulut Ummi yang usil atau tangan Ummi yang jahil. Dia juga pindah bukan karena berselisih dengan Ummi sekeluarga. Dia pindah karena kebaikan Ummi. Memang keramahan dan kebaikan Ummi dikenal dan dirasakan oleh banyak orang.

Non-muslim itu memandang dia harus pindah karena untuk menyelamatkan aqidah agamanya. Kebaikan Ummi seperti ‘menembus’ jaring pertahanan keyakinannya. Sempat juga terlontar kata, “Kalau gini terus lama-lama gue bisa pindah agama ini” 1

Yoyoh Yusroh Biografi

Yoyoh Yusroh Biografi

Itulah sepenggalan kisah menakjubkan dari kehidupan sosok alm.ustadzah Yoyoh Yusroh. Banyak kisah-kisah menakjubkan lainnya dari kepribadian beliau yang tertuang dalam buku ini. Yoyoh Yusroh merupakan pribadi yang santun, bersahaja, sederhana, dan terutama yaitu dapat menyelaraskan setiap perkataan dengan perbuatan.

Buku ini tidak sekedar buku biografi, namun juga buku dengan beragam contoh kebaikan yang sebenarnya aplikatif untuk ditiru. Baik dalam kehidupan sebagai seorang muslim, seorang pejuang dakwah, seorang ibu rumah tangga, berbangsa, dan bernegara. Tertuang pula resep-resep pola manajemen waktu, pola mendidik anak sampai ke pola hidup sehat dengan makanan dan olahraga yang membuat Ummi kelihatan begitu energik. Baginya didunia kesempatan untuk cape-cape berkarya dan memperoleh amal kebajikan, jadi tidurnya sedikit, kalau istrahat nanti saja disurga.

Walau bersumber dari pelbagai kesaksian orang-orang terdekat beliau, namun dalam buku ini tertulis kehidupan beliau runut dari sejak kecil dan dibesarkan kedua orang tua, berkeluarga, aktifitas social, sampai hingga akhirnya beliau dipanggil oleh Sang Khalik. Beragam perasaan yang timbul, dari takjub, haru, tawa, hingga tertidur (kalo emang lagi ngantuk berat, hehe).

Overall, buku ini saya rekomendasikan untuk para pembaca buku-buku biografi, para pembaca yang haus pada sosok-sosok teladan era modern, ibu rumah tangga, muslimah, aktifis dakwah, aktifis social, serta para anggota dewan yang terhormat, heh.

Selamat jalan, Ummi. Kami tidak akan terus menangisi kepergianmu karena itu tidak diajarkan Nabi kepada umatnya. Kami akan membuatmu terus tersenyumdengan prestasi kamiuntuk agama ini. Keteladananmu begitu berarti untuk kami. 2

Kutipan:

  1. Hal.77-78 Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada, Tim GIP, Gema Insani, 2011
  2. Hal.205 Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada, Tim GIP, Gema Insani, 2011

Sumber Gambar Buku: http://www.goodreads.com/book/show/12771770-yoyoh-yusroh

Categories: Buku | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Tinggalkan Jejakmu berupa komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: