Ngetrip

9 Hal Unik Menonton Film Di Bioskop Modern

Menonton di bioskop? Masih jaman? Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa menonton dibioskop udah ga laku lagi. Jaman sekarang gitu loh, ada dvd & bluraydisc original/bajakan yang waktu releasenya sudah ga terlalu jauh dari release screen dibioskop, ada juga internet yag sudah mulai kenceng sehingga mudah download file film.

Namun bagi sebagian orang lainnya masih menganggap menonton dibioskop merupakan salah satu item wajib hiburan baik itu nonton sendiri (forever alone guy) maupun nonton bareng bersama temen, rekan kerja, atau keluarga. Dengan fasilitas yang bagus, layar lebar, sound system mantap, dan kursi empuk menjadikan bioskop masih menjadi tempat yang ramai.

Berikut hal-hal yang umum dijumpai saat ini ketika Anda menonton film di bioskop:

1. Beli tiket on-line

Jaman sekarang beli tiket online mah sudah biasa. Tidak perlu ngantri panjang lagi. Jangan heran jika Anda membeli tiket langsung dicounter/loket tiket telah habis terjual, padahal sudah antri panjang dan film baru tayang beberapa jam kedepan. Film-film box office biasanya begitu.

2. Kursi deretan huruf i

Kursi deret i sudah tidak ada. Kenapa? Hal ini tidak ada kaitan sama sekali dengan mitos. Karena dulunya calon penonton deret I (i gede) sering bersitegang dengan penonton deret L. Secara huruf I dan l (L kecil) sama, apalagi dalam kondisi gelap.

3. Nomat, semi-nomat, non-nomat

Nomat alias nonton hemat masih berlaku sampai sekarang. Senin sampai kamis merupakan waktu nomat saat ini, Jumat merupakan hari semi-nomat, Weekend (sabtu, minggu) dan hari libur nasional non-nomat. Nomat dipenuhi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Semi-nomat waktunya pekerja kantoran. Sedangkan non-nomat keluarga, orang berada, pacar yang rela ngeluarin duit banyak buat malam ahad-an, dan premier-hunter.

4. Ngemil hemat

Penonton yang pengen ngemil hemat dan ga mau ketahuan petugas bioskop biasanya membawa tas. Belinya diluar bioskop, soalnya harga makanan dibioskop cukup mahal. Isi tasnya macem2, ada snack (ciki, keripik, pop corn yang dimasak sendiri), jajanan tradisional (gorengan, basreng, cilok, kue cucur), snack bioskop jadul (kacang, jaman sekarang bioskop tidak jual kacang), minuman, bahkan nasi bungkus, wkwkwk.

5. Strategi “Jemput Bola”

Untuk menganstipasi no.4 beberapa bioskop telah menerjunkan langsung penjaja makanannya kedalam ruangan bioskop. Seperti pengasong perempatan maupun terminal, mereka menawarkan popcorn ukuran sedang dan minuman dengan harga yang agak terjangkau.

6. Penonton ditonton pengawas

Bioskop-bioskop modern telah dilengkapi CCTV. Bagi pembajak yang berniat ngeshare film versi CAM akan membatalkan niatnya tersebut. Yang sengaja kebioskop buat cari tempat pacaran gelap-gelapan jadi mengurungkan niat buruknya. Yang bawa makanan dari luar (no.4) tetap santai wae ngeluarin makanan dari tasnya, haha.

7. Penonton nyebelin

Kalau jaman dulu begitu menyebalkan jika nonton bareng perokok, masa sekarang sebelnya mah nonton bareng sekumpulan alay, ya berisik lah, photo-photo lah, film diputar masih megang hape, update status “OMG, filmnya sumpah gila keren, kalian harus nonton titik”, “Ih seryem, pocongnya tiba-tiba muncul gitu”. Dan satu lagi, anak kecil yang rewel dan bawel.

8. Subtitle/Pesan salah lokasi

Film asing yang memiliki subtitle (teks terjemah bahasa Indonesia), hampir semua film saat gambar judul film tampil artinya “Untuk Remaja”, “Untuk Dewasa”, atau “Untuk Semua”. Ga mungkin kan anak-anak yang sudah masuk ke bioskop film remaja mesti keluar. Seharusnya petugas loket atau petugas masuk yang melarang.

9. Film Gambar Nongol

Film 3D dengan bantuan kacamata 3D pun semakin marak. Namun tidak semua film 3D berasa efek 3Dnya sepanjang film. Maka seleksilah dalam menentukan film 3D yang akan ditonton, bacalah review 3Dnya diweb. Ga maukan kalo ngeluarin duit lebih eh malah sama saja dengan format film biasa. Bagi pemakai kacamata alamat memakai kacamata double.

Itulah sebagian hal-hal yang bisa Anda temukan disana.

Ada yang kurang? Silahkan komen dibawah 🙂

Sumber photo:

Advertisements
Categories: Ngetrip | Tags: , , , , | 6 Comments

Singapura: Songs of The Sea

Songs of the sea merupakan pertunjukan spektakuler yang wajib Anda kunjungi bila ke Singapura. Dengan tarif yang tidak terlalu mahal (SGD $10) sesuai lah dengan kepuasan yang didapatkan. Pertunjukan ini adanya di pulau Sentosa. Tiket dapat dipesan online maupun beli langsung pada counter saat Anda memasuki gerbang Sentosa melalui VivoCity Shopping Mall.

Songs of the sea merupakan pertunjukan yang memadupadankan seni teatrikal, pertunjukan air dan kembang api serta lightning yang begitu memukau. Diselenggarakan dipinggiran pantai pada malam hari. Setiap hari pkl. 7.40pm and 8.40pm. Kalau Sabtu tambahan pkl.9.40pm. Harga weekend dan weekday sama. Info lengkap disini.

Saran, beli lah tiket yang standard saja ($10). Kalau yang premium seat seharga $15. Bedanya premium sama yang standard hanya diposisi duduk dan tempat duduk. Selebihnya sama. Yang jelas sama-sama duduk, pikiran lebih terarahkan pada pertunjukan, bukan kenyamanan pantat, ups.. Yang standard fine-fine aja kok. Datanglah lebih awal sehingga bisa leluasa memilih tempat duduk. Jika Anda pengen merekam, bawalah tripod biar ga pegel. Atau bisa beli CDnya diluar arena.

Ingat, sekali membeli tiket, tidak bisa dibatalkan dan refund. Walaupun hujan, pertunjukan tetap berjalan. Yup sayangnya tribun penonton tidak dilengkapi atap. Hal ini mungkin dimaksudkan agar pandangan kita leluasa melihat pertunjukan yang megah.

Kalau mau murah dan gratis, dan ga perlu jauh-jauh ke Singapura, saksikan saja melalui youtube, banyak kok yang ngeshare, hehehe 😀 Tapi dengan kualitas CAM. Sebenarnya dijakarta juga ada, didaerah monas, namanya air mancur menari, gratis, dan tayang setiap sabtu dan minggu jam7-8malam. Lumayan cukup menghibur. Tapi jauh sangat lah kalo mau dibandingin dengan songs of the sea. Saya rasa Indonesia juga bisa membuat hal yang serupa dan lebih dahsyat. Suatu hari.

Sumber photo: web resmi Songs of the sea dan dokumentasi pribadi

 

Categories: Ngetrip | Tags: , , , , | 4 Comments

Blog at WordPress.com.